Output#
Dokumen markdown yang sudah kita tulis bisa dikonversi menjadi berbagai format sesuai kebutuhan. Di antara format yang sering digunakan adalah:
- PDF : untuk dicetak atau dikirim melalui email
- HTML : untuk ditampilkan di website
- Slide Presentasi : sebetulnya format slide presentasi yang dihasilkan adalah HTML. Tapi karena formatnya spesifik dan berbeda, maka baiklah kita pisahkan.
Beberapa kesepakatan#
Lokasi eksekusi perintah#
Proses konversi dilakukan dengan cara mengetik perintah pandoc di command prompt.
Perintah ini dilakukan di lokasi folder tempat file yang akan diproses berada.
Jika file yang akan diproses berada di folder lain,
saya asumsikan pembaca sudah mengetahui cara penulisan path baik absolute ataupun relative.
Ekstensi File#
Walaupun file markdown bisa diberikan ekstensi .txt, tapi kita akan menggunakan ekstensi .md
supaya bisa ditampilkan dengan baik di text editor seperti Gedit atau Notepad++.
PDF#
Perintah Dasar#
Untuk menghasilkan file PDF, perintahnya adalah sebagai berikut:
pandoc -o hasil.pdf *.mdKita bisa menambahkan daftar isi (Table of Contents) dengan opsi --toc.
Supaya bab dan sub-bab diberi nomer, sertakan opsi -N.
pandoc --toc -N -o hasil.pdf *.mdMenggunakan \LaTeX Template#
Khusus untuk dokumen ArtiVisi, biasanya saya sudah menyertakan template \LaTeX tersendiri. Template ini memiliki opsi untuk mengganti font dan menaruh nomer versi. Kita membutuhkan engine Xetex agar template ini bisa digunakan. Berikut perintahnya (jalankan dalam satu baris):
pandoc \
--template artivisi-template.tex \
--variable mainfont="Droid Serif" \
--variable sansfont="Droid Sans" \
--variable fontsize=12pt \
--variable version=1.0 \
--latex-engine=xelatex --toc -N -o hasil.pdf *mdManual Page Break#
Khusus PDF, biasanya kita menginginkan tampilan cetak yang rapi dan bagus. Layout otomatis yang disediakan \LaTeX kadangkala kurang baik dalam mengatur penempatan gambar, sehingga seringkali gambar tampil meleset tidak sesuai dengan urutan tulisan yang disebabkan karena pengaturan page break. Untuk itu, kita membutuhkan pengaturan manual. Caranya adalah dengan menambahkan perintah \LaTeX seperti ini:
Paragraf pertama
\newpage
Paragraf ini akan ditulis di halaman baruIni dijelaskan oleh John MacFarlane melalui email
There’s no general way to force page breaks, by the way. If you just want page breaks in PDF (via latex), you can insert a raw latex command,
\newpageThis should be ignored in HTML and ODT output, so it will only affect latex and PDF via latex.
Perintah \newpage ini akan diabaikan bila kita menghasilkan output HTML dan ODT.
Link dan Catatan Kaki#
Secara default, semua hyperlink yang kita tulis akan dibuat menjadi link yang bisa diklik di dokumen PDF yang dihasilkan. Hal ini bagus bila PDF tersebut hanya kita baca di komputer, kalau kita ingin membuka linknya, kita tinggal klik saja dan browser akan terbuka.
Tapi lain halnya bila kita ingin mencetak dokumen PDF tersebut. Semua link hanya akan menjadi tulisan berwarna biru.
Oleh karena itu, kita ingin mengkonversi hyperlink menjadi catatan kaki. Ini bisa dilakukan dengan variabel links-as-notes seperti ini:
pandoc -V links-as-notes -o hasil.pdf *.mdTanpa Warna#
Adakalanya kita ingin hasil PDF yang tidak berwarna agar bisa dicetak tanpa tinta warna.
Penggunaan warna di printer yang hitam-putih akan menyebabkan warna huruf menjadi tidak hitam sempurna
sehingga dokumen sulit difotokopi.
Untuk itu, kita bisa menambahkan opsi --no-highlight agar kode program tidak diwarnai.
Selain kode program, hyperlink juga biasanya diwarnai biru.
Kita bisa mengganti warna biru tersebut menjadi hitam melalui
variabel linkcolor dan urlcolor. Berikut perintah lengkapnya
pandoc \
-V urlcolor=black \
-V linkcolor=black \
--no-highlight \
-o markdown-dan-pandoc-bw.pdf *mdSlide Presentasi#
Untuk menghasilkan slide presentasi, perintahnya adalah sebagai berikut:
pandoc -s --self-contained -t s5 -o slide.html menggunakan-pandoc.mdPerintah di atas akan menghasilkan slide presentasi yang sudah siap pakai, lengkap dengan warna dan setting font standar dari S5.
Kadangkala kita ingin menggunakan theme lain seperti yang bisa didapatkan di S5 Reloaded. Untuk itu, kita tidak memproduksi slide presentasi yang lengkap, tapi cukup HTMLnya saja supaya nanti bisa diganti theme nya sesuai keinginan.
Gunakan perintah berikut:
pandoc -s -t s5 -o slide.html menggunakan-pandoc.mdSetelah itu, file slide.html yang dihasilkan bisa diedit, isi tag <head></head> diganti dengan yang ada di dalam custom theme dari S5 Reloaded.
Supaya bullet point tampil satu persatu, kita perlu memberikan opsi -i yaitu incremental.
pandoc -s --self-contained -i -t s5 -o slide.html menggunakan-pandoc.mdOpen Office#
Untuk menghasilkan file OpenOffice Writer, perintahnya adalah sebagai berikut:
pandoc -o hasil.odt *mdBila kita ingin menyesuaikan style, yaitu setting jenis huruf, ukuran huruf, jarak antar paragraf, dsb,
kita bisa mengedit file hasil.odt tersebut dan menjadikannya template.
Setelah kita memiliki template, kita berikan kepada pandoc dengan opsi --reference-odt sebagai berikut:
pandoc --reference-odt=template.odt -o hasil.odt *mdHTML#
Untuk menghasilkan output HTML, perintahnya sebagai berikut:
pandoc -o hasil.html *mdSeperti halnya PDF, kita juga bisa membuatkan daftar isi:
pandoc --toc -N -o hasil.html *mdAgar daftar isinya tampil, kita perlu memberikan opsi -s yaitu standalone. Artinya menghasilkan output yang komplit dengan halaman cover.
pandoc -s --toc -N -o hasil.html *md



