Lewati ke konten utama
  1. Artikel/

Character Building: Motivasi, Sikap, dan Prilaku Sosial

Azriel Fidzlie, S.Kom
Penulis
Azriel Fidzlie, S.Kom
Selalu Belajar Hal Baru
Daftar isi
Character Building - Artikel ini merupakan bagian dari sebuah seri.
Bagian 4: Artikel ini

Pengertian Motivasi
#

Kekuatan atau daya dorong yang menggerakkan sekaligus mengarahkan kehendak dan perilaku seseorang dan segala kekuatannya untuk mencapai tujuan yang diinginkannya, yang muncul dari keinginan memenuhi kebutuhannya.

Hirarki kebutuhan Maslow:
#

  1. Kebutuhan fisiologis
  2. Kebutuhan keamanan dan keselamatan
  3. Kebutuhan rasa memiliki
  4. Kebutuhan akan penghargaan
  5. Kebutuhan aktualisasi diri

Cara Memotivasi Diri
#

  1. Memotivasi diri melalui rasa percaya diri:
    a. Hindari mencari-cari alasan
    b. Gunakan daya imajinasi
    c. Jangan takut gagal
    d. Perhatikan penampilan
  2. Memotivasi diri dengan menentukan sasaran
  3. Memotivasi diri dengan menyusun catatan mengenai sukses yang pernah diraih

5 Kebutuhan Dasar Psikis Manusia
#

  • Aman
    • Bernilai
      • Berharga
        • Dipahami
          • Dicintai

Kebutuhan ini dibutuhkan oleh setiap orang setiap saat dan di mana saja.

Apa yang terjadi, bila

  • Seorang anak merasa aman
  • Seorang remaja merasa aman
  • Seorang dewasa merasa aman

Bila Tidak Aman
#

Kategori UsiaAKIBATSEBABSOLUSI
ANAK- Cemas & gelisah
- Menjadi takut
- menangis
- krg perhatian ortu
- konflik dalam RT
- perlu kasih sayang
- perhatian yg cukup
REMAJA- menjadi bandel
- putus asa
- tidak percaya diri
- menyendiri, pendiam
- terjerumus narkoba
- agresif, emosional
- krg perhatian ortu
- lingkungan negatif
- ortu: pilih kasih
- perlu kasih sayang
- perhatian
- perlu penghargaan
DEWASA- menjadi pemarah
- brutal, agresif
- tidak kontrol diri
- tekanan ekonomi
- byk utang
- konflik keluarga
- konflik ORTU
- perlu perhatian
- perlu penghargaan
- perlu sikap religius

Apa yang terjadi, bila

  • Seorang anak merasa bernilai
  • Seorang remaja merasa bernilai
  • Seorang dewasa merasa bernilai

Bila Tidak Bernilai
#

Kategori UsiaAKIBATSEBABSOLUSI
ANAK- Menangis
- Menyindiri
- kurang perhatian
- keinginan tidak OK
- perlu kasih sayang
- perhatian yg cukup
- memberi pujian
REMAJA- menyendiri
- tidak mau komunikasi
- lari dari rumah
- tidak percaya diri
- suka bertindak negatif
- keinginan tidak OK
- lingkungan negatif
- perlu kasih sayang
- perhatian
- perlu penghargaan
DEWASA- acuh-tak acuh
- iri hati
- cepat emosi
- kurang penghargaan
- ada tekanan kel.
- tdk bisa mengontrol diri
- perlu perhatian
- slg menghargai

Apa yang terjadi, bila

  • Seorang anak merasa dihargai
  • Seorang remaja merasa dihargai
  • Seorang dewasa merasa dihargai

Bila Tidak Dihargai
#

Kategori UsiaAKIBATSEBABSOLUSI
ANAK- Kecewa
- Malu, minder, pendiam
- Membangkang, sedih
- membandel
- tidak didengar
- tidak dipuji
- tidak
- ungkapkan pendapat
- dialog kasih
REMAJA- tdk puas, acuh tak acuh
- pasif dan stress
- cari tempat pelarian
- lari dari rumah
- tidak dilibatkan
- Selalu dimarah
- Diomelin terus
- Memotivasi
- Memuji
- Komunikasi
DEWASA- mabuk-mabukkan
- pesimis
- cepat emosi
- kurang penghargaan
- ada tekanan kel.
- tdk bisa mengontrol diri
- perlu perhatian
- slg menghargai

Kekuatan Rasa Berharga
#

BERNILAI, karena dirinya apa adanya. Ia merasa bernilai karena adanya sebagai manusia, bukan karena LABELnya.

BERHARGA, perasaan yang diperoleh seseorang karena menerima penghargaan terhadap apa yang telah dilakukannya (karyanya).

PERBEDAAN: orang merasa berharga karena hasil karyanya diterima (dihargai) oleh orang lain; sedangkan rasa BERNILAI dirasakan oleh seseorang karena nilai dirinya sendiri bukan karena apa yang dilakukannya.

alt text

Jane memberi semangat kepada Forest Gump, melalui sapaan, sikapnya menemani dan memberi semangat…

Apa yang terjadi, bila

  • Seorang anak merasa dipahami
  • Seorang remaja merasa dipahami
  • Seorang dewasa merasa dipahami

Bila Tidak Dipahami
#

Kategori UsiaAKIBATSEBABSOLUSI
ANAK- Kecewa
- Menangis
- Kesepian
- Mogok belajar
- kurang perhatian
- didiamkan
- mendengarkan
- komunikasi
REMAJA- tdk puas, acuh tak acuh
- pasif dan stress
- Kecewa, memberontak
- Merokok, mabuk
- Mogok belajar
- permintaan berlebh
- disalahkan
- dipojokkan terus
- Mendengarkan
- Adil
- Terbuka
DEWASA- Bertengkar dlm RT
- Kurang PD
- Emosi, acuh tak acuh
- Selingkuh
- saling mencurigai
- Jumlah anak byk
- Adat & budaya
- saling curiga
- Saling menghargai
- slg mengasihi

Kasus Roti Hangus
#

Sebuah Refleksi Atas Pengalaman

Seorang ahli pendidikan bertanya pada tiga orang ibu yang ditunjuk dari para peserta sebuah pelatihan.

“Misalkan suatu pagi Anda sedang menyiapkan roti bakar untuk sarapan suami Anda, tiba-tiba telepon berdering, anak Anda menangis, dan roti bakar jadi hangus. Lalu suami Anda berkomentar : ‘Kapan kamu akan belajar memanggang roti tanpa, menghanguskannya?’ : Ahli pendidikan (AP)

Kira-kira, bagaimana reaksi Anda?”

“Langsung saya lemparkan roti itu ke mukanya!” : Ibu Pertama

“Saya akan katakan padanya, ‘Bangun dan bakar sendiri rotinya!” : Ibu Kedua

“Saya rasa saya akan menangis.” : Ibu Ketiga

“Lalu bagaimana perasaan Anda terhadap suami Anda?” : Ahli Pendidikan (AP)

“Marah, benci, dan merasa dianiaya.” : Semua Ibu

“Dan jika suami Anda pergi bekerja, akan mudahkah bagi Anda untuk membereskan rumah dan belanja kebutuhan sehari-hari dengan lapang dada?” : Ahli Pendidikan (AP)

“Tidak. Saya akan merasa sumpek sekali sepanjang hari.” : Ibu Pertama

“Saya tidak akan membeli apapun untuk keperluan rumah hari itu.” : Ibu Kedua

“Katakanlah bahwa roti itu memang hangus. Tetapi suami Anda mengatakan kepada Anda, ‘Tampaknya pagi ini kamu lelah ya…sayang, Telepon berdering, anak kita menangis, dan sekarang roti hangus’ Kira-kira apa reaksi Anda?” : Ahli Pendidikan (AP)

“Saya tidak percaya bahwa yang berbicara itu adalah suami saya.” : Ibu Pertama

“Saya akan merasa bahagia.” : Ibu Kedua

“Saya akan merasa senang, dan saya fikir, saya akan memeluknya” : Ibu Ketiga

“Mengapa Anda gembira? Bukankah anak tetap menangis, telepon berdering, dan roti sudah hangus..?” : Ahli Pendidikan (AP)

”Kami tidak akan peduli dengan semua itu." : Semua Ibu

“Lalu apa yang berbeda kali ini?” : Ahli Pendidikan (AP)

“Saya merasa suami saya baik sekali, karena tidak menyalahkan saya, melainkan memahami perasaan saya. Dia berpihak pada saya, bukan memusuhi saya.” : Ibu Pertama

“Jika suami Anda pergi bekerja, akan mudahkah bagi Anda untuk melakukan tugastugas rumah tangga?” : Ahli Pendidikan (AP)

“Saya akan melaksanakan tugastugas saya dengan senang hati.” : Ibu Kedua

“Sekarang, mari kita bicara tentang suami tipe ketiga. Setelah roti itu hangus, ia memandang istrinya sambil mengatakan, ‘Nih, saya ajari kamu cara membakar roti!” : Ahli Pendidikan (AP)

“Tidak. Suami macam itu lebih buruk lagi dari yang pertama, sebab ia menganggap saya dungu.” : Semua Ibu

Saat itu, ahli pendidikan itu mengatakan:

“Bagaimana kalau apa yang suami Anda lakukan kepada Anda itu, Anda lakukan kepada Anak-Anak Anda dan Anak-didik Anda?” : Ahli Pendidikan (AP)

“Sekarang saya mengerti tujuan Anda membuka dialog ini. Saya memang selalu mengkritik anak-anak saya, anakdidik saya, tanpa saya sadari. Saya selalu mengatakan, ”Kamu sudah dewasa, sudah harus tahu bahwa apa yang kamu lakukan itu salah.” Saya sekarang tahu mengapa mereka marah dengan kata-kata saya.” : Ibu Pertama

“Saya juga selalu mengatakan kepada Anak-anak saya, anak-didik saya ‘Biar saya tunjukkan padamu cara melakukan ini dan itu.’ Dan sering kali mereka marah saat mendengarnya.” : Ibu Kedua

“Saya sering mengkritik anak-anak saya & anak-didik saya. Hal itu menjadi hal yang biasa bagi saya. Dan saya sering mengulang-ulang kalimat yang dulu diucapkan orang tua dan guru saya kepada saya. Dulu, saya juga sangat tidak suka mendengar mereka mengatakannya.” : Ibu Ketiga

“Kalau begitu, mari kita cari tahu yang mungkin kita pelajari dari kasus roti hangus ini. Apa yang membantu mengubah perasaan Anda dari benci menjadi senang terhadap suami Anda?” : Ahli Pendidikan (AP)

“Saya yakin sebabnya adalah karena suami TIDAK MENYALAHKAN saya,tetapi dia MEMAHAMI perasaan saya.” : Ibu Pertama

  • kebutuhan dasar manusia : Aman, bernilai, dipahami, dihargai dan dicintai

“Tanpa mencela saya.” : Ibu Kedua

  • kebutuhan dasar manusia : Aman, bernilai, dipahami, dihargai dan dicintai

“Tanpa mendikte saya.” : Ibu Ketiga

  • kebutuhan dasar manusia : Aman, bernilai, dipahami, dihargai dan dicintai

“Sekarang Anda semua mengerti bahwa apa yang Anda inginkan dari suami Anda, itulah yang diinginkan pula oleh ANAKANAK KITA, anak-didik kita, suami kita, istri kita, dan rekan-rekan kita dari kita, yakni: pengertian dan empati.” : Ahli Pendidikan (AP)

Empati
#


graph TD
Root((EMPATI))
Root --> A[Aman]
Root --> B[Bernilai]
Root --> C[Dihargai]
Root --> D[Dipahami]
Root --> E[Dicintai]

Mendengarkan dengan hati, memandang dengan mata kasih. Melulu menerima, mencoba meresapi dan bukan menganalisa dengan pikiran.

Di sini terletak perbedaan antara orang PINTAR DAN BIJAKSANA

Orang Pintar dan Bijak
#

EMPATI, artinya mendengar dengan hati, dengan penuh kasih. Hingga memahami orang lain seperti apa adanya: apa yang dipikirkannya, apa yang dirasakannya dan mengapa dia bertindak demikian.

Beda halnya bila mendengar dengan pikiran: menganalisa, mencari kelemahan, membantah, menilai dan akhirnya ingin membuktikan bahwa yang lain salah, dan pendapatnyalah yang benar.

Kepintaran dan Kebijaksanaan.

Bagaikan batu, bertabrakan bila di satukan, sebaliknya air justru menyatu saling meresapi satu sama lain.


Hidup di Atas Garis

AMAN, BERHARGA, BERNILAI, DIPAHAMI, KASIH



graph TD
classDef pusat fill:#f9aa33,stroke:#333,stroke-width:3px,font-weight:bold,color:black;
classDef atas fill:#d4edda,stroke:#28a745,stroke-width:2px,color:black;
classDef bawah fill:#f8d7da,stroke:#dc3545,stroke-width:2px,color:black;

    %% Titik Tengah
    Center([T A N G G U N G  J A W A B]):::pusat

    %% Elemen Atas (Positif)
    A1(Bertanggungjawab):::atas
    A2(Pilihan):::atas
    A3(Kebebasan):::atas
    A4(Solusi):::atas
    A5(Kemauan):::atas

    A1 --- Center
    A2 --- Center
    A3 --- Center
    A4 --- Center
    A5 --- Center

    %% Elemen Bawah (Negatif)
    Center --- B1(Menyalahkan):::bawah
    Center --- B2(Berdalih):::bawah
    Center --- B3(Membenarkan):::bawah
    Center --- B4(Mengingkari):::bawah
    Center --- B5(Menyerah):::bawah


TAKUT, TIDAK MAMPU, BUKAN SIAPA-SIAPA, MERASA SENDIRIAN, BENCI & DENDAM

Hidup di Bawah Garis


Character Building - Artikel ini merupakan bagian dari sebuah seri.
Bagian 4: Artikel ini

Terkait