Lewati ke konten utama
  1. Artikel/

Character Building: Lingkungan Sosial & Interaksi Sosial

Azriel Fidzlie, S.Kom
Penulis
Azriel Fidzlie, S.Kom
Selalu Belajar Hal Baru
Daftar isi
Character Building - Artikel ini merupakan bagian dari sebuah seri.
Bagian 5: Artikel ini
  1. Keluarga
  • Dasar pembentukan keluarga
  • Bentuk-bentuk perkawinan
    • Perkawinan dilihat dari segi jumlah suami/istri
    • Dilihat dari segi asal suami-istri:
      1. Perkawinan eksogami
      2. Perkawinan endogami
      3. Perkawinan homogami
      4. Perkawinan heterogami
    • Bentuk-bentuk lain:
      1. Garis keturunan
      2. Tempat tinggal
  1. Kelompok dekat (in group)
    1. Keluarga
    • Dasar pembentukan keluarga
    • Bentuk-bentuk perkawinan
      • Perkawinan dilihat dari segi jumlah suami/istri

        1. Monogami adalah suatu bentuk perkawinan / pernikahan di mana si suami tidak menikah dengan perempuan lain dan si isteri tidak menikah dengan lelaki lain. Jadi singkatnya monogami merupakan nikah antara seorang laki dengan seorang wanita tanpa ada ikatan penikahan lain.
        2. Poligami adalah bentuk perkawinan di mana seorang pria menikahi beberapa wanita atau seorang perempuan menikah dengan beberapa lakilaki.

        Berikut ini poligami akan kita golongkan menjadi dua jenis :

        1. Poligini : Satu orang laki-laki memiliki banyak isteri Disebut poligini sororat jika istrinya kakak beradik kandung dan disebut non-sororat jika para istri bukan kakak adik.
        2. Poliandri : Satu orang perempuan memiliki banyak suami. Disebut poliandri fraternal jika si suami beradik kakak dan disebut non-fraternal bila suami-suami tidak ada hubungan kakak adik kandung.

Dilihat dari segi asal suami-istri:

  1. Perkawinan eksogami adalah suatu perkawinan antara etnis, klan, suku, kekerabatan dalam lingkungan yang berbeda. Eksogami dapat dibagi menjadi dua macam, yakni :
    • Eksogami connobium asymetris terjadi bila dua atau lebih lingkungan bertindak sebagai pemberi atau penerima gadis seperti pada perkawinan suku batak dan ambon.
    • Eksogami connobium symetris apabila pada dua atau lebih lingkungan saling tukar-menukar jodoh bagi para pemuda.
  2. Perkawinan endogami
    Endogami adalah suatu perkawinan antara etnis, klan, suku, kekerabatan dalam lingkungan yang sama.
  3. Perkawinan homogami
    Homogami adalah perkawinan antara kelas golongan sosial yang sama seperti contoh pada anak saudagar / pedangang yang kawin dengan anak saudagar / pedagang.
  4. Perkawinan heterogami
    Heterogami adalah perkawinan antar kelas sosial yang berbeda seperti misalnya anak bangsawan menikah dengan anak petani
    • Bentuk-bentuk lain:
      1. Garis keturunan
      2. Tempat tinggal
    1. Cross Cousin
      Cross Cousin adalah bentuk perkawinan anak-anak dari kakak beradik yang berbeda jenis kelamin.
    2. Parallel Cousin
      Parallel Cousin adalah bentuk perkawinan anak-anak dari kakak beradik yang sama jenis kelaminnya

Unsur-unsur kebudayaan
#

Kluckhohn, berpendapat ada 7 unsur kebudayaan:

  • Peralatan & perlengkapan hidup manusia
  • Mata pencaharian hidup & sistem-sistem ekonomi
  • Sistem kemasyarakatan
  • Bahasa
  • Kesenian
  • Sistem pengetahuan
  • Religi

Budaya Nilai
#

  • Terkait dengan lingkungan sosial perlu dikenalkan kepada mahasiswa budaya nilai terkait dengan kondisi sosial yang cenderung kurang menjunjung tinggi budaya nilai dengan merebaknya kekerasan di tengah masyarakat bahkan keluarga.
  • Ditampilkan 12 nilai kehidupan (living values)

Bahan Refleksi Pribadi
#

  1. Budaya apa saja yang lebih banyak mempengaruhi hidup Anda sekarang ini? Sebutkan apa persisnya hal itu, dan mengapa hal itu yang banyak berpengaruh pada Anda.
  2. Kebiasaan-kebiasaan pribadi apa yang ingin Anda budayakan dalam hidup Anda (yang bisa saja mempengaruhi orang lain, umpamanya keluarga Anda), dan kebiasaan-kebiasaan pribadi apa yang ingin Anda ubah atau tinggalkan, karena tidak membantu bagi perbaikan relasi Anda dengan sesama?

Interaksi Sosial
#

Komunikasi Sosial
#

Komunikasi dari kata Latin, communicatio, artinya hal memberitahukan, pemberitahuan, hal memberi bagian dalam, pertukaran

Sosial berasal dari kata Latin, socius, yang artinya teman atau kawan

Komunikasi sosial dapat diartinya secara umum sebagai suatu bentuk interaksi antar individu atau kelompok yang dilakukan dengan cara verbal maupun non-verbal dengan maksud untuk menyampaikan sesuatu pesan, dengan cara yang dapat dipahami oleh kedua belah pihak dan yang mampu menghasilkan tanggapan yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak

A. Pengertian Nilai
#

Secara eksplisit, nilai dapat dimengerti sebagai konsepsi yang dihayati seseorang/kelompok mengenai apa yang penting atau kurang penting, apa yang lebih baik atau kurang baik, apa yang lebih benar atau kurang benar.

B. Pengertian Norma
#

  1. Norma pada umumnya: alat ukur yang terbuat dari berbagai bahan dasar dengan berbagai ukuran dan bentuk 2. Norma sebagai kaidah pertimbangan penilaian
Jenis-Jenis Norma Perilaku:
#
  • Norma khusus
  • Norma umum :
    1. Norma sopan santun
    2. Norma hukum
    3. Norma moral
Kaitan Nilai dan Norma
#
  1. Norma sebagai penampakan nilai
  2. Norma sebagai pelindung nilai
  3. Norma yang berpotensi menyembunyikan atau mengaburkan nilai

Konflik sosial: pertentangan, percekcokan, perselisihan atau ketidaksamaan pendapat antara kelompokkelompok dalam masyarakat.

Konflik dapat terjadi antar kelompok masyarakat dengan kelompok masyarakat lainnya ataupun konflik yang timbul dalam hubungan antar pribadi

Konflik antar kelompok masyarakat terjadi atas:

  1. Konflik antarkelompok umat beragama
  2. Konflik antarsuku

Cara mengelola konflik: Johnson dalam Supratiknya, (1999) dan Hardjana, (2001)

  • Gaya Ikan Hiu: senang menaklukan lawan dengan cara memaksa menerima solusi konflik yang ia sodorkan.
  • Gaya Burung Hantu: konflik merupakan masalah yang harus dicari pemecahannya yang sejalan dengan tujuantujuan pribadi maupun lawannya.
  • Gaya Rubah: senang mencari kompromi.
  • Gaya Kura-kura: menarik diri dan bersembunyi dibalik tempurung badannya untuk menghindari konflik.
  • Gaya Kancil: gaya ini berkeyakinan bahwa konflik harus dihindari demi kerukunan.

Pedoman memilih cara pengelolaan konflik:

  • Bila tujuan penting, sedang hubungan baik tidak penting, pakailah Gaya Ikan Hiu
  • Bila tujuan amat penting dan hubungan baik juga amat penting, pergunakanlah Gaya Burung Hantu.
  • Bila tujuan kepentingannya sedang-sedang saja dan hubungan baik juga sedang-sedang saja kepentingannya, manfaatkanlah Gaya Rubah.
  • Bila tujuan tidak penting dan hubungan baik juga tidak penting, pilihlah Gaya Kura-kura.
  • Bila tujuan tidak penting, tetapi hubungan baik penting, laksanakanlah Gaya Kancil.

Mengembangkan Habitus Nilai Positif
#

(Pribadi,Keluarga,Lingkungan, dst)

Apakah Itu NILAI?
#

  • Kualitas baik yang melekat pada suatu hal (benda, aktivitas).
  • Yang dicari, dikejar, diperjuangkan
  • Yang menjadi pedoman, pegangan, tujuan hidup
  • Merupakan dasar dan prasyarat bagi terwujudnya suatu komunitas yang harmonis, damai, dan sejahtera.

Nilai-Nilai Kehidupan
#

  • Nilai apakah yang paling mendasar, yang membuat manusia hidup?
  • Apakah ada nilai kehidupan universal? Artinya yang ada pada setiap makhluk hidup?
  • Apakah nilai ini dapat dialami? Dapat diterangkan?

Akar Nilai Kehidupan
#

Setiap ciptaan memiliki nilai kehidupan (living values). Dalam hewan, nilai-nilai itu tertanam dalam naluri kehidupan yang mereka miliki. Pada manusia, nilai itu berupa kemampuan psikhis (berpikir, merasa dan bertindak). Nilai-nilai tersebut dapat ditranfer lebih efektif melalui pengalaman langsung.

  • Nilai kehidupan tidaklah cukup diterangkan dengan kata-kata.
  • Melainkan dialami langsung.
  • Untuk mengalaminya, kita perlu masuk ke dalam diri kita.
  • Syarat mutlak: keheningan dan sekaligus kesungguhan.

Aktifitas Nilai
#

  • Penyadaran Nilai
  • Eksplorasi Nilai: Saling Berbagi Nilai Positif
  • Sharing Pengalaman Nilai

Spiral Positif
#

Perilaku Positif

yang terus diulang-ulang atau kondisi lingkungan positif membentuk spiral positif

Spiral Negatif
#

Perilaku Negatif

yang terus diulang-ulang atau dibiasakan membentuk spiral negatif

Cara Mengembangkan Spiral Positif
#

  1. Ciptakan lingkungan aman dan penuh dengan kasih

  2. Sediakan Model perilaku bermuatan nilai bagi anak-anak

    Anak-anak memerlukan orang dewasa (model) yang dapat mendemonstrasikan nilai-nilai tersebut.

  3. Doronglah anak-anak untuk berkembang tahap-demi tahap

    eknik penyesuaian level support & bimbingan pada kemampuan anak

    Batas AtasLevel tanggungjawab yang dapat dilakukan anak dengan bantuan guru (fasilitator)
    Batas BawahLevel Kesulitan Masalah yang mampu diatasi oleh anak dengan upayanya sendiri
  4. Berilah Pujian kepada Anak bila melakukan perilaku yang bernilai dan diharapkan

  5. Latih anak keterampilan sosial seperti mengelola konflik dan mengembangkan relasi pribadi yang positif

    Keterampilan cara belajar topik tertentu

Upaya penanaman nilai, yang terus-menerus tanpa henti-henti dalam kebersamaan … pelan-pelan akan berhasil tertanam makin lama makin dalam, membentuk sifat, kebiasaan dan kepribadian

Character Building - Artikel ini merupakan bagian dari sebuah seri.
Bagian 5: Artikel ini

Terkait